Luka Pascasunat Bernanah, Apa yang Harus Dilakukan? Tips dan Rekomendasi Klinik Sunat Depok Aman

Luka Pascasunat Bernanah, Apa yang Harus Dilakukan? Tips dan Rekomendasi Klinik Sunat Depok Aman

Luka Pascasunat Bernanah, Apa yang Harus Dilakukan? Tips dan Rekomendasi Klinik Sunat Depok Aman

Pasca Sunat
Sumber : Envanto

Sunat telah menjadi sesuatu yang lazim di kalangan masyarakat. Secara umum, prosedur ini pun aman dilakukan. Namun, dalam beberapa kondisi, ada kalanya efek tertentu dapat muncul setelah melakukannya.

Kondisi-kondisi tersebut bisa berupa komplikasi seperti luka pascasunat yang bernanah. Jika hal ini sampai terjadi, sangat wajar merasa khawatir. Terlebih jika disertai dengan gejala-gejala lain, misalnya nyeri dan bengkak. Oleh karena itu, penting untuk memahami permasalahan ini agar Anda bisa mengambil langkah yang tepat.

Nah, berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda. Termasuk tips merawat luka pascasunat yang bernanah dan rekomendasi klinik sunat Depok yang aman berkualitas di akhir artikel guna meminimalkan risiko komplikasi. Yuk, simak!

Mengapa Luka Pascasunat Bisa Bernanah?

Sumber : Envato

Secara umum, luka pascasunat bisa bernanah karena mengalami infeksi, dan seringnya infeksi ini terjadi karena kebersihan yang kurang terjaga setelah menjalani prosedur sunat. Contohnya saat buang air kecil, Anda tidak benar-benar membersihkan area penis sehingga masih ada sisa-sisa urine yang menempel dan mengendap.

Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, yang dapat menimbulkan nanah. Namun, selain bernanah, ada juga sejumlah gejala lain yang bisa menjadi tanda bahwa luka pascasunat mengalami infeksi, seperti terjadinya pendarahan, area sunat bengkak dan berubah warna, nyeri berat, demam, dan lain-lain.

Tips Merawat Luka Pascasunat yang Bernanah

pasca sunat
Sumber : Envanto

Meski melakukan langkah pencegahan selalu menjadi opsi terbaik, sayangnya hal tersebut tidak bisa dilakukan jika kondisi tertentu seperti luka pascasunat bernanah sudah telanjur terjadi.

Namun, tidak perlu terlalu khawatir dan jangan langsung panik jika Anda atau jagoan kesayangan mengalaminya. Sebab, ada beberapa cara untuk merawatnya.

Langsung saja, berikut tips yang dapat Anda ikuti agar luka yang bernanah pascasunat lebih cepat kering dan sembuh:

Oleskan Salep

Salep pelembap topikal seperti petroleum jelly dapat mencegah luka berubah menjadi infeksi. Anda bisa rutin mengoleskannya ke ujung penis sehabis mandi atau setiap kali mengganti popok (bagi bayi, balita, dan anak-anak). Sebab, salep pelembap dapat membantu mencegah penis menempel ke popok.

Jaga Kebersihan

Jaga dan tingkatkan kebersihan. Misalnya setelah buang air kecil, Anda harus memastikan bahwa sisa-sisa urine juga sudah bersih sempurna. Selain itu, ketika membersihkan area penis, Anda sebaiknya menghindari penggunaan produk dengan kandungan bahan kimia dan bahan pewangi.

Kurangi Pembengkakan

Luka pascasunat yang bernanah bisa terjadi karena infeksi dan biasanya disertai gejala lain seperti pembengkakan. Agar luka tidak bertambah parah, Anda bisa berusaha mengurangi pembengkakannya terlebih dahulu.

Untuk anak-anak yang mengenakan popok, Anda bisa mengarahkan penis anak ke atas—pada popok, agar bengkak di area belakang kepala penis dapat berkurang.

Hindari Penggunaan Pakaian Ketat

Menggunakan pakaian ketat dapat memperburuk luka, apalagi untuk luka yang bernanah. Jika hal ini terus dilakukan, penis dapat mengalami iritasi dan hanya akan memperparah keluhan. Oleh karena itu, sangat disarankan menggunakan pakaian nyaman berbahan lembut yang longgar.

Usahakan Kulit Penis Tidak Lengket

Mengusahakan kulit penis agar tidak saling lengket atau menempel selama masa pemulihan pascasunat sangatlah penting, terlebih jika luka sudah sampai bernanah. Caranya, Anda bisa mendorong tepi kulit penis dari kepala penis secara perlahan.

Gunakan Obat Pereda Nyeri jika Perlu

Luka pascasunat seringnya menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa menggunakan obat pereda nyeri jika memang benar-benar diperlukan. Namun, lebih disarankan langsung berkonsultasi ke dokter medis berpengalaman untuk penanganan yang tepat nan akurat.

Rekomendasi Klinik Sunat Depok yang Aman Berkualitas

Untuk mencegah terjadinya infeksi pascasunat yang berpotensi membuat luka menjadi bernanah, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih klinik sunat aman nan berkualitas.

Nah, khusus bagi Anda warga Depok dan sekitarnya, salah satu rekomendasi klinik sunat Depok terbaik adalah Circum by Mutiara Cikutra. Klinik sunat ini telah terdaftar resmi serta berizin Kementerian Kesehatan. Jadi, soal kualitas maupun keamanannya sudah  pasti terjamin.

Terlebih, klinik sunat Depok Circum by Mutiara Cikutra juga didukung oleh tim medis profesional dengan penggunaan metode-metode sunat modern berteknologi canggih. Alhasil, prosesnya pun sangat aman, cepat, serta minim rasa sakit.

Jika tertarik, Anda bisa datang langsung ke klinik sunat Depok Circum by Mutiara Cikutra di Grand Depok City Sektor Verbena Blok G No. 12. Yuk, jadwalkan kunjungan Anda sekarang juga!

 

Referensi:

https://circum.id/

Luka Sunat Tidak Kunjung Sembuh, Apa Penyebabnya?

Luka Sunat Tidak Kunjung Sembuh, Apa Penyebabnya?

Luka Sunat Tidak Kunjung Sembuh, Apa Penyebabnya?

konsultasi sunat
Sumber : Envanto

Setelah menjalani prosedur sunat, tubuh secara normal membutuhkan waktu setidaknya selama beberapa hari untuk memulihkan diri. Adapun masa pemulihan atau penyembuhan pascasunat ini bisa berbeda bagi setiap orang.

Terkadang ada yang hanya sebentar, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lama atau bahkan tidak kunjung sembuh. Lantas, apa kira-kira penyebab luka sunat tidak kunjung sembuh? Apa yang harus dilakukan jika Anda ataupun jagoan kesayangan mengalami hal ini?

Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda. Mulai dari penyebabnya, waktu normal untuk luka sunat sembuh, hingga rekomendasi klinik sunat Bandung berkualitas bagi Anda yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Yuk, simak!

Berapa Lama Luka Sunat Normalnya Sembuh?

konsultasi sunat
Sumber : Envanto

Lama atau cepatnya luka sunat sembuh bisa dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Beberapa di antaranya, yaitu asupan nutrisi alias makanan yang dikonsumsi, kebersihan luka, kondisi kesehatan secara umum, metode sunat yang dipilih, dan lain-lain.

Oleh karena itu, proses pemulihan atau penyembuhan pascasunat bisa berbeda-beda bagi setiap laki-laki. Ada yang bisa sembuh dalam waktu relatif singkat, ada pula yang bahkan luka sunatnya tidak kunjung sembuh selama berminggu-minggu.

Namun, normalnya berapa lama luka sunat sembuh? Pada umumnya, luka sunat akan sembuh dalam waktu 1 hingga 2 minggu. Kendati demikian, luka biasanya sudah kering setelah 5-7 hari setelah prosedur dilakukan. Hanya saja, untuk pemulihan secara total memang membutuhkan waktu yang terkadang lebih lama.

Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman dan teknologi, metode sunat juga kini menjadi lebih modern dan hal ini turut berdampak pada lama-cepatnya penyembuhan pascasunat.

Dibandingkan sunat tradisional atau metode konvensional, penyembuhan sunat modern bisa jauh lebih cepat. Misalnya untuk sunat laser, biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari. Bahkan ada juga metode sunat modern yang memungkinkan pasien untuk bisa langsung mandi dan beraktivitas setelah tindakan.

Penyebab Luka Sunat Tidak Kunjung Sembuh dan Hal yang Harus Dilakukan

konsultasi sunat
Sumber : Envanto

Meski sunat merupakan prosedur umum yang banyak dilakukan di kalangan laki-laki, bukan berarti prosedur ini tidak berisiko sama sekali. Tidak hanya saat tindakan, tetapi risiko ataupun masalah juga bisa datang setelah prosedur dijalani atau yang dikenal dengan istilah “pascasunat”.

Salah satu permasalahan yang mengkhawatirkan adalah ketika luka sunat tidak kunjung sembuh dalam waktu yang lama. Misalnya, sudah lebih dari tiga minggu berlalu sejak prosedur dilakukan, tetapi luka sunat belum juga kering.

Jika Anda, jagoan kesayangan, atau orang terdekat mengalami hal ini, Anda patut waspada dan harus segera berkonsultasi ke dokter untuk penanganan yang tepat. Sebab, bisa saja itu adalah tanda peradangan atau infeksi yang memang merupakan penyebab umum luka sunat tidak kunjung sembuh.

Berikut beberapa gejala adanya infeksi pada luka sunat yang bisa Anda jadikan panduan, yang umumnya menjadi alasan utama mengapa luka tidak kunjung sembuh:

  • Demam tinggi setelah sunat.
  • Area yang disunat terasa hangat dan nyeri.
  • Ada cairan nanah kekuningan yang keluar terus-menerus di sekitar area yang disunat.
  • Area di sekitar sunat tampak bengkak dan kemerahan sudah lebih dari dua minggu.
  • Terjadi pendarahan dan tidak kunjung berhenti, biasanya bisa dilihat dari perban yang selalu basah karena darah terus-menerus.
  • Luka sunat kembali terbuka atau jahitan terlepas sebelum waktunya (jika metode yang Anda pilih masih melibatkan penggunaan jahitan).

Selain infeksi secara umum, penyebab lain luka sunat tidak kunjung sembuh juga bisa karena meatitis ataupun nekrosis. Meatitis adalah peradangan pada lubang uretra yang disertai dengan kemerahan, sedangkan nekrosis merupakan kondisi matinya sel atau jaringan tubuh—meski ini merupakan penyebab yang sangat jarang.

Rekomendasi Klinik Sunat Bandung Berkualitas, Minim Risiko Bahaya

Untuk menghindari berbagai risiko infeksi, komplikasi, dan lain-lain, memilih tempat sunat berkualitas harus menjadi prioritas utama Anda. Nah, bagi Anda warga Bandung, salah satu rekomendasi klinik sunat Bandung yang aman serta minim risiko adalah Circum by Mutiara Cikutra.

Klinik sunat Bandung Circum by Mutiara Cikutra berizin Kementerian Kesehatan dan merupakan klinik sunat legal yang telah terdaftar resmi. Jadi, soal kualitas maupun pelayanannya, Anda tidak perlu khawatir.

Di sini tersedia berbagai jenis layanan sunat Bandung dengan pilihan metode-metode modern yang prosesnya cepat, aman, serta minim rasa sakit. Bahkan Anda bisa langsung mandi dan beraktivitas setelah tindakan. Sangat menarik, bukan? Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda!

 

Referensi:

https://circum.id/

Kencing Bercabang Setelah Khitan, Normalkah? Yuk, Atasi dengan Reparasi Sunat!

Kencing Bercabang Setelah Khitan, Normalkah? Yuk, Atasi dengan Reparasi Sunat!

Kencing Bercabang Setelah Khitan, Normalkah? Yuk, Atasi dengan Reparasi Sunat!

anak pasca sunat
Sumbr : Envanto

Ada kalanya muncul masalah-masalah tertentu setelah menjalani prosedur sunat, salah satunya yaitu permasalahan kencing bercabang. Pertanyaannya, apakah kondisi ini termasuk normal atau justru pertanda bahwa sunat yang dilakukan gagal sehingga memerlukan reparasi sunat?

Berikut informasi lengkapnya untuk Anda. Mulai dari definisi kencing bercabang, penyebabnya, hingga solusi dan rekomendasi klinik sunat dengan layanan reparasi berkualitas. Yuk, simak!

Normalkah Kencing Bercabang Setelah Sunat?

anak pasca sunat
Sumber : Envanto

Sesuai namanya, kencing/pipis bercabang merupakan kondisi ketika aliran urin yang keluar bercabang. Dalam artian, urin keluar dalam dua (atau lebih) arah secara bersamaan. Padahal, normalnya urin keluar dalam satu aliran/pancaran saja.

Kondisi ini sendiri bisa terjadi pada pria maupun wanita. Namun, dalam kebanyakan kasus, seringnya memang pria yang mengalami kencing bercabang. Adapun penyebabnya bisa karena beberapa faktor, antara lain:

Adhesi

Ini merupakan penyebab paling umum, yaitu kondisi ketika tepi lubang uretra saling menempel. Biasanya terjadi lantaran ada cairan kering yang tidak sepenuhnya keluar dari uretra. Namun, jika permasalahannya hanya ini, Anda tidak perlu khawatir karena umumnya bersifat ringan dan biasanya bisa kembali normal dalam sehari.

Fimosis

Kulup penis yang terlalu ketat sehingga sulit ditarik biasanya akan memicu rasa nyeri dan infeksi yang dapat membuat aliran kencing menjadi bercabang.

Polip Uretra

Ini termasuk kondisi yang jarang terjadi, yaitu adanya pertumbuhan jaringan jinak dalam uretra, Namun, jika terjadi, maka biasanya menyebabkan kencing bercabang.

Striktur Uretra

Ini merupakan kondisi penyempitan uretra yang disebabkan oleh peradangan maupun jaringan parut, sehingga dapat memicu kencing bercabang.

Stenosis Meatus

Ini adalah penyempitan atau penyumbatan pada lubang uretra (meatus) yang dapat mengganggu aliran urin sehingga membuatnya bercabang atau menyebar.

Lantas, bagaimana dengan sunat? Bisakah seseorang mengalami kencing bercabang setelah sunat? Jika iya, apakah hal tersebut normal?

Meski tidak sering terjadi, tetapi memang ada sejumlah kasus ketika kencing menjadi bercabang setelah menjalani prosedur sunat. Ada yang masih terbilang normal, ada juga yang tidak sehingga dianggap sebagai sunat gagal.

Sunat sendiri memerlukan waktu beberapa hari untuk pulih secara total, dan selama periode ini berlangsung, ada beberapa hal yang bisa terjadi. Misalnya perasaan seperti tertahan ketika buang air kecil yang disertai dengan aliran urin yang bercabang.

Untuk kasus ini, kencing bercabang bisa jadi tergolong normal karena bekas luka sunat yang memang masih meradang. Namun, bisa juga hal tersebut menandakan bahwa sunat yang dijalani gagal, sehingga membutuhkan sunat ulang atau reparasi sunat.

Mengapa demikian? Sebab, sunat gagal bisa menyebabkan beberapa hal, termasuk infeksi, jaringan parut berlebihan, adhesi, fimosis, ataupun stenosis meatus akibat iritasi pascasunat. Nah, kondisi-kondisi ini dapat memicu komplikasi dan ada kalanya juga bisa mengubah aliran urin menjadi bercabang atau menyemprot tidak normal.

Reparasi Sunat, Atasi Kencing Bercabang Setelah Khitan Gagal

anak pasca sunat
Sumber : Envanto

Reparasi sunat atau yang juga dikenal dengan istilah sunat reparasi ataupun sunat ulang merupakan prosedur sunat yang dilakukan untuk memperbaiki hasil sunat yang bermasalah. Baik dari segi estetika maupun yang berhubungan dengan gangguan fungsional, termasuk permasalahan kencing bercabang setelah sunat yang gagal.

Sebab, kencing bercabang memang bisa terjadi lantaran sunat yang tidak sempurna, entah karena infeksi pascasunat ataupun kondisi-kondisi lainnya. Dalam kasus ini, reparasi sunat dapat dilakukan untuk memperbaiki struktur kulit dan saluran kencing agar aliran urin kembali normal.

Oleh karena itu, bisa dibilang bahwa reparasi sunat merupakan salah satu solusi efektif untuk mengatasi berbagai permasalahan akibat sunat yang gagal. Baik untuk mengembalikan fungsi maupun bentuk penis secara normal.

 

Rekomendasi Klinik dengan Layanan Reparasi Sunat Berkualitas

Apabila Anda mengalami masalah tertentu seperti kencing bercabang akibat sunat yang gagal, jangan panik dulu. Sebab, Anda bisa mengatasi hal ini dengan melakukan reparasi sunat.

Nah, salah satu klinik sunat aman tepercaya yang menawarkan layanan reparasi sunat berkualitas adalah Circum by Mutiara Cikutra. Ini merupakan klinik sunat berizin Kementerian Kesehatan yang didukung oleh tenaga medis profesional, metode yang modern, dan tempat yang nyaman.

Selain reparasi, di klinik ini juga tersedia berbagai jenis layanan sunat lainnya. Mulai dari sunat bayi, sunat anak, sunat dewasa, hingga sunat massal. Sangat lengkap, bukan?

Yuk, atasi permasalahan Anda dengan menjadwalkan kunjungan ke Circum by Mutiara Cikutra sekarang juga!

 

Referensi:

https://circum.id/

Luka Sunat Tidak Kunjung Sembuh, Apa Penyebabnya?

Luka Sunat Tidak Kunjung Sembuh, Apa Penyebabnya?

Luka Sunat Tidak Kunjung Sembuh, Apa Penyebabnya?

konsultasi sunat
Sumber : Envanto

Setelah menjalani prosedur sunat, tubuh secara normal membutuhkan waktu setidaknya selama beberapa hari untuk memulihkan diri. Adapun masa pemulihan atau penyembuhan pascasunat ini bisa berbeda bagi setiap orang.

Terkadang ada yang hanya sebentar, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lama atau bahkan tidak kunjung sembuh. Lantas, apa kira-kira penyebab luka sunat tidak kunjung sembuh? Apa yang harus dilakukan jika Anda ataupun jagoan kesayangan mengalami hal ini?

Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda. Mulai dari penyebabnya, waktu normal untuk luka sunat sembuh, hingga rekomendasi klinik sunat Bandung berkualitas bagi Anda yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Yuk, simak!

Berapa Lama Luka Sunat Normalnya Sembuh?

konsultasi sunat
Sumber : Envanto

Lama atau cepatnya luka sunat sembuh bisa dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Beberapa di antaranya, yaitu asupan nutrisi alias makanan yang dikonsumsi, kebersihan luka, kondisi kesehatan secara umum, metode sunat yang dipilih, dan lain-lain.

Oleh karena itu, proses pemulihan atau penyembuhan pascasunat bisa berbeda-beda bagi setiap laki-laki. Ada yang bisa sembuh dalam waktu relatif singkat, ada pula yang bahkan luka sunatnya tidak kunjung sembuh selama berminggu-minggu.

Namun, normalnya berapa lama luka sunat sembuh? Pada umumnya, luka sunat akan sembuh dalam waktu 1 hingga 2 minggu. Kendati demikian, luka biasanya sudah kering setelah 5-7 hari setelah prosedur dilakukan. Hanya saja, untuk pemulihan secara total memang membutuhkan waktu yang terkadang lebih lama.

Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman dan teknologi, metode sunat juga kini menjadi lebih modern dan hal ini turut berdampak pada lama-cepatnya penyembuhan pascasunat.

Dibandingkan sunat tradisional atau metode konvensional, penyembuhan sunat modern bisa jauh lebih cepat. Misalnya untuk sunat laser, biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari. Bahkan ada juga metode sunat modern yang memungkinkan pasien untuk bisa langsung mandi dan beraktivitas setelah tindakan.

Penyebab Luka Sunat Tidak Kunjung Sembuh dan Hal yang Harus Dilakukan

konsultasi sunat
Sumber : Envanto

Meski sunat merupakan prosedur umum yang banyak dilakukan di kalangan laki-laki, bukan berarti prosedur ini tidak berisiko sama sekali. Tidak hanya saat tindakan, tetapi risiko ataupun masalah juga bisa datang setelah prosedur dijalani atau yang dikenal dengan istilah “pascasunat”.

Salah satu permasalahan yang mengkhawatirkan adalah ketika luka sunat tidak kunjung sembuh dalam waktu yang lama. Misalnya, sudah lebih dari tiga minggu berlalu sejak prosedur dilakukan, tetapi luka sunat belum juga kering.

Jika Anda, jagoan kesayangan, atau orang terdekat mengalami hal ini, Anda patut waspada dan harus segera berkonsultasi ke dokter untuk penanganan yang tepat. Sebab, bisa saja itu adalah tanda peradangan atau infeksi yang memang merupakan penyebab umum luka sunat tidak kunjung sembuh.

Berikut beberapa gejala adanya infeksi pada luka sunat yang bisa Anda jadikan panduan, yang umumnya menjadi alasan utama mengapa luka tidak kunjung sembuh:

  • Demam tinggi setelah sunat.
  • Area yang disunat terasa hangat dan nyeri.
  • Ada cairan nanah kekuningan yang keluar terus-menerus di sekitar area yang disunat.
  • Area di sekitar sunat tampak bengkak dan kemerahan sudah lebih dari dua minggu.
  • Terjadi pendarahan dan tidak kunjung berhenti, biasanya bisa dilihat dari perban yang selalu basah karena darah terus-menerus.
  • Luka sunat kembali terbuka atau jahitan terlepas sebelum waktunya (jika metode yang Anda pilih masih melibatkan penggunaan jahitan).

Selain infeksi secara umum, penyebab lain luka sunat tidak kunjung sembuh juga bisa karena meatitis ataupun nekrosis. Meatitis adalah peradangan pada lubang uretra yang disertai dengan kemerahan, sedangkan nekrosis merupakan kondisi matinya sel atau jaringan tubuh—meski ini merupakan penyebab yang sangat jarang.

Rekomendasi Klinik Sunat Bandung Berkualitas, Minim Risiko Bahaya

Untuk menghindari berbagai risiko infeksi, komplikasi, dan lain-lain, memilih tempat sunat berkualitas harus menjadi prioritas utama Anda. Nah, bagi Anda warga Bandung, salah satu rekomendasi klinik sunat Bandung yang aman serta minim risiko adalah Circum by Mutiara Cikutra.

Klinik sunat Bandung Circum by Mutiara Cikutra berizin Kementerian Kesehatan dan merupakan klinik sunat legal yang telah terdaftar resmi. Jadi, soal kualitas maupun pelayanannya, Anda tidak perlu khawatir.

Di sini tersedia berbagai jenis layanan sunat Bandung dengan pilihan metode-metode modern yang prosesnya cepat, aman, serta minim rasa sakit. Bahkan Anda bisa langsung mandi dan beraktivitas setelah tindakan. Sangat menarik, bukan? Yuk, segera jadwalkan kunjungan Anda!

 

Referensi:

https://circum.id/

Pascasunat Jagoan, Ini Jadwal Perawatan yang Harus Anda Tahu dan Rekomendasi Klinik Sunat KBP Berkualitas

Pascasunat Jagoan, Ini Jadwal Perawatan yang Harus Anda Tahu dan Rekomendasi Klinik Sunat KBP Berkualitas

Pascasunat Jagoan, Ini Jadwal Perawatan yang Harus Anda Tahu dan Rekomendasi Klinik Sunat KBP Berkualitas

ajak sunat
Sumber : Envanto

Bagi sebagian orang, sunat (khitan) merupakan salah satu prosedur penting dalam tahap tumbuh kembang anak laki-laki. Tidak hanya dari segi kebersihan ataupun aspek medis, tetapi juga dari nilai budaya dan bahkan spiritual.

Tak heran banyak orang tua yang ingin jagoan kesayangan mereka menjalani prosedur ini, sehingga wajar untuk mencari tahu berbagai informasi seputar sunat. Termasuk yang terkait dengan perawatan pascasunat.

Dengan mengetahui perawatan pascasunat yang tepat beserta jadwal-jadwalnya, penyembuhan/pemulihan setelah tindakan sunat pada jagoan pun bisa berjalan optimal. Oleh karena itu, yuk simak penjelasannya dalam artikel berikut, lengkap rekomendasi klinik sunat KBP bagi Anda yang berdomisili di Kota Baru Parahyangan dan sekitarnya!

Hal yang Harus Diperhatikan terkait Pascasunat Jagoan

Konsultasi sunat
Sumber : Envanto

Agar masa pemulihan pascasunat jagoan dapat berjalan lancar dan optimal, berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan:

  • Kebersihan luka. Pastikan agar area sunat tetap kering dan selalu bersih.
  • Ikuti jadwal pemberian obat sesuai yang diresepkan dan dianjurkan oleh dokter.
  • Pantau luka setiap hari. Jika terdapat tanda-tanda infeksi, seperti pendarahan, bengkak berlebihan, bernanah, dan lain-lain, segera konsultasikan ke dokter.
  • Hindari pantangan. Tidak hanya pantangan makanan dan minuman (jika ada), tetapi juga pantangan aktivitas fisik, seperti berlari, melompat, bermain bola, dan lain sebagainya.
  • Perhatikan jenis pakaian yang dikenakan. Usahakan untuk memakaikan anak celana yang longgar atau celana khusus sunat agar luka tidak tertekan. Hindari celana berbahan kasar.

Jadwal Perawatan Pascasunat Jagoan

perawatan sunat
Sumber : Envanto

Perawatan pascasunat bertujuan mencegah infeksi, mempercepat penyembuhan, sekaligus menjaga kenyamanan anak selama masa pemulihan berlangsung.

Berikut beberapa jadwal perawatan pascasunat untuk jagoan yang umum direkomendasikan oleh dokter, khususnya dalam 1-7 hari pertama pascasunat:

Jadwal Minum Obat (Jika Diresepkan Dokter)

Anda bisa mengikuti jadwal tertentu jika memang ada obat yang diresepkan oleh dokter untuk jagoan. Namun, umumnya aturan obat sunat diberikan sebelum atau sesudah makan. Bisa berupa:

  • Obat nyeri (paracetamol/ibuprofen), biasanya diberikan 8-12 jam pascasunat atau pada malam harinya.
  • Antibiotik, tergantung jenisnya. Khusus untuk obat ini, jagoan wajib menghabiskannya, meskipun luka sudah tampak membaik.

Sebagai catatan, jangan memberikan obat tambahan kepada jagoan di luar anjuran dokter atau tanpa konsultasi terlebih dahulu.

Jadwal Ganti Popok (Untuk Bayi dan Balita)

Popok pada bayi maupun balita yang sedang dalam masa pemulihan pascasunat harus selalu diganti secara rutin agar luka cepat kering dan lekas sembuh. Setidaknya 2-3 jam sekali atau setiap kali mereka selesai buang air kecil/besar.

Mengganti popok sesering mungkin sepanjang hari sangat penting dalam beberapa hari pertama pascasunat. Hal ini bertujuan untuk mencegah infeksi, sekaligus memastikan area yang telah disunat tetap dalam keadaan bersih dan tidak lembap. Jadi, jangan sampai Anda menunggu popok terlalu penuh karena bisa memicu iritasi atau infeksi.

Jadwal Pemberian Antiseptik

Pemberian produk antiseptik, seperti cairan, salep, spray, dan lain sejenisnya umumnya juga dianjurkan saat masa pemulihan. Misalnya, Anda bisa menggunakan povidone iodine sebanyak tiga kali sehari. Caranya, diamkan terlebih dahulu selama 5 menit dan kemudian dihapus dengan kasa kering.

Jadwal Ganti Celana Sunat

Celana sunat (biasanya untuk anak-anak) adalah celana khusus yang direkomendasikan untuk dikenakan saat menjalani masa pemulihan. Celana ini harus diganti setiap hari guna mencegah infeksi, iritasi, dan bau tidak sedap. Selain itu, penggantian yang rutin juga dapat membantu area luka tetap higienis.

Selain celana sunat, biasanya dokter juga merekomendasikan penggunaan celana biasa yang longgar atau bahkan sarung. Setidaknya selama 2-3 hari setelah tindakan sunat dilakukan.

Rekomendasi Klinik Sunat KBP Berkualitas untuk Jagoan

Untuk Anda yang tinggal di sekitaran Kota Baru Parahyangan, Bandung, Anda bisa memercayakan urusan sunat jagoan kepada klinik sunat KBP Circum by Mutiara Cikutra.

Ini adalah klinik sunat berkualitas yang telah terdaftar resmi dan berizin Kementerian Kesehatan. Selain itu, klinik sunat KBP Circum by Mutiara Cikutra juga didukung oleh tenaga medis profesional serta peralatan-peralatan berteknologi canggih.

Di sini tersedia berbagai layanan sunat dengan metode modern yang prosesnya cepat, aman, dan minim rasa sakit. Jadi, yuk, kunjungi klinik sunat KBP Circum by Mutiara Cikutra sekarang juga!

 

Referensi:

https://circum.id/

Penyebab Area Jahitan Sunat Bengkak

Penyebab Area Jahitan Sunat Bengkak

Penyebab Area Jahitan Sunat Bengkak

 

Bekas jahitan sunat bengkak perlu diketahui.  Sunat memiliki berbagai macam manfaat untuk kesehatan terutama untuk kebersihan penis. Setelah tindakan sunat dilakukan, dibutuhkan waktu penyembuhan sekitar 1-2 minggu agar luka setelah sunat sembuh dengan baik. Namun, pada proses penyembuhan dapat muncul tampakan bengkak pada area jahitan sunat.

 

Proses penyembuhan pada luka setelah dilakukan sunat dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya :

  • Usia
  • Kebersihan luka setelah tindakan sunat
  • Metode sunat yang digunakan
  • Ukuran penis
  • Ada atau tidaknya infeksi pada luka sunat

 

Munculnya bengkak dapat disebabkan karena suatu infeksi sehingga dapat menyebabkan luka bekas sunat menjadi bengkak, kemerahan, dan nyeri. Jika infeksi terjadi, pada anak yang setelah disunat dapat muncul gejala demam.

Bengkak yang terjadi pada area jahitan sunat juga dapat disebabkan karena alergi atau benang jahitan terlepas di area sunat. Jika setelah dilakukan tindakan sunat, terjadi pembengkakan pada area penis, maka Moms sebaiknya segera konsultasi dan melakukan kontrol kembali ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut penyebabnya.

Penyebab area bekas jahitan sunat bengkak juga dapat disebabkan karena adanya peradangan pada kepala penis (Balanitis). Hal ini diakibatkan karena area penis kurang terjaga kebersihannya sehingga ada penumpukan bakteri, kotoran, atau keringat yang menyebabkan terjadi peradangan dan pembengkakan penis.

Jika terdapat tampakan nanah pada area penis, kemungkinan besar terdapat infeksi pada luka pada bekas jahitan sunat, Moms dapat melakukan kompres dengan NaCl 0,9% dan dikompres dengan menggunakan kassa. Kemudian segera kontrol kembali ke dokter karena biasanya dokter perlu meresepkan antibiotik.

Untuk mencegah terjadinya pembengkakan pada area jahitan sunat, maka tetap menjaga kebersihan daerah kelamin, bersihkan area kepala penis dengan sabun non parfume, dan gunakan pakaian yang longgar untuk sementara waktu terutama pakaian dalam. Selain itu pastikan setelah sunat selalu jaga asupan makan anak dengan baik, sehingga proses penyembuhan setelah sunat bisa lebih cepat membaik.

Semoga bermanfaat moms & dads

Ditinjau oleh : dr. Rinesa Larasati, 2022

Amankah Anak Mengikuti Sunat Massal

Amankah Anak Mengikuti Sunat Massal

Ditinjau oleh: dr.Rinesa Larasati : 24 Agustustus 2022

Circum.id, Bandung – Di Indonesia, sunat massal sering dilakukan dengan sasaran untuk keluarga yang kurang mampu. Pearls sebagai orang tua harus tetap memperhatikan kebersihan dan tingkat higienitas dari tempat yang akan dilakukan acara sunat massal.

Pengetahuan orang tua yang minim tentang sunat bisa menimbulkan risiko infeksi pada anak jika dilakukan dengan metode yang kurang tepat. Acara sunat massal sering diadakan oleh penyelenggara di tempat-tempat seperti sekolah, gedung pertemuan, atau klinik. Ada beberapa hal yang Pearls harus perhatikan jika Si Kecil akan melakukan sunat massal. Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Pertama, Pearls sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan metode yang tepat dan tujuan yang sesuai setelah dilakukan sunat. Saat sunatmassal, pastikan Pearls memilih penyelenggara sunat yang terdiri dari tenaga kesehatan yang kompeten untuk melakukan sunat.

Ruangan untuk melakukan sunat juga harus cukup terang dengan alat yang steril dan lengkap. Pearls perlu memikirkan kembali jika tempat sunat massal hanya di tenda luar karena berisiko meningkatkan terjadinya infeksi dan kurang nyaman untuk anak karena anak bisa kepanasan saat prosedur sunat sedang dilakukan. Ruangan yang digunakan oleh kegiatan sunat massal juga harus cukup luas agar memudahkan pergerakan dari tenaga kesehatan saat  melakukan sunat.

Saat anak dilakukan sunatmassal, ruangan juga harus cukup aman dan nyaman agar anak dapat tetap tenang saat dilakukan sunat. Setelah selesai dilakukan sunat, Pearls juga harus memperhatikan bagian kulup penis yang telah disunat, pastikan luka sunat dijaga agar tetap kering agar mempercepat proses penyembuhan pada luka. Dokter biasanya juga akan memberikan salep antibiotik dan disarankan untuk kontrol sekitar 3 hari kemudian.

Jadi, Pearls dapat disimpulkan bahwa mengikuti sunatmassal termasuk prosedur yang aman dilakukan asalkan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten, alat yang lengkap dan steril, dan pemilihan ruang serta fasilitas yang aman serta nyaman untuk Si Kecil. Jangan lupa untuk melakukan sunat pada anak karena memiilki banyak manfaat dan dapat terhindar dari risiko berbagai penyakit. Semoga sehat selalu, Pearls!

 

Makanan Mempercepat Pemulihan Anak Pasca Sunat

Ditinjau oleh: dr.Rinesa Larasati : 25 Agustustus 2022

Circum.id, Bandung – Setelah anak dilakukan tindakan sunat, banyak para Moms yang khawatir dan takut jika luka pascasunat tidak cepat kering. Moms sebenarnya tidak perlu khawatir karena pasti luka sunat akan sembuh dalam waktu 5-7 hari. Namun, ada beberapa makanan yang disarankan untuk dikonsumsi untuk mempercepat proses penyembuhan luka pasca sunat.

Yuk, simak ulasannya berikut ini!

  1. Kacang-Kacangan

Kacang Makanan Pemulihan Pasca Sunat

Kacang-kacangan sangat bermanfaat untuk dikonsumsi setelah anak selesai dilakukan sunat. Makanan ini mengandung vitamin E yang dapat memperkuat sistem imun dan mencegah terjadinya infeksi pada luka sunat.

  1. Sayuran Hijau

Sayuran hijau Makanan Pemulihan Pasca Sunat

Sayuran hijau mengandung vitamin C yang baik untuk pembentukan jaringan baru pada kulit yang mengalami luka pascasunat. Anak dapat mengkonsumsi sayuran hijau seperti brokoli, bayam, buncis, dan lain-lain.

  1. Daging

Daging Makanan Pemulihan Pasca Sunat

Daging sapi maupun ayam mengandung protein yang tentunya bermanfaat untuk regenerasi jaringan atau pembentukan jaringan dan meningkatkan produksi kolagen. Jika jaringan baru teregenerasi dengan baik maka luka pascasunat pun akan menjadi lebih cepat sembuh.

  1. Ikan Salmon

Ikan Salmon Makanan Pemulihan Pasca Sunat

Konsumsi ikan salmon sangat bermanfaat terutama jika dikonsumsi pada anak pascasunat karena salmon mengandung Omega-3 yang dapat membantu penyembuhan luka.

  1. Telur

Telur Makanan Pemulihan Pasca Sunat

Telur juga mengandung protein yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka setelah anak disunat. Jika ingin luka cepat sembuh, masukkan menu telur dalam makanan Si Kecil, ya.

Cara merawat luka sunat biar cepat kering

Selain mempertimbangkan beberapa makanan yang baik dikonsumsi setelah sunat, ada baiknya Anda juga mempertimbangkan beberapa perawatan agar luka cepat sembuh.

Melansir laman resmi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, beberapa hal yang perlu dilakukan untuk merawat luka sunat agar cepat sembuh,antara lain:

  • Agar nyaman, gunakan celana yang longgar atau sarung. Untuk sementara, tidak usah pakai celana dalam agar bagian ujung penis yang baru disunat tidak menempel di celana
  • Jaga kebersihan alat kelamin dan seluruh tubuh untuk menghindari infeksi. Segera mandi setelah diperbolehkan dokter, tapi untuk sementara jangan mandi berendam
  • Minta dokter untuk meresepkan obat penghilang rasa sakit untuk mengatasi nyeri setelah sunat, atau obat lain untuk mencegah infeksi
  • Selama proses pemulihan dan luka masih terasa nyeri, laki-laki yang baru disunat sebaiknya tidak banyak gerak, misalkan naik sepeda

Jika moms mendapati tanda-tanda infeksi setelah sunat seperti demam, pendarahan, penis bengkak dan nyeri hebat, atau susah kencing, segera konsultasikan ke dokter.

Demikian Moms makanan yang direkomendasikan pada anak setelah dilakukan sunat. Sebenarnya, anak boleh mengkonsumsi apapun tetapi harus dengan kondisi nutrisi dan gizi yang baik. Jika anak memiliki riwayat alergi terhadap makanan tertentu, sebaiknya dihindari agar luka sunat tidak bermasalah dan menimbulkan reaksi gatal. Semoga sehat selalu untuk Si Kecil, Moms!