Langsung Khitan Setelah Lahir, Amankah Sunat Bayi Seperti Ini?

Langsung Khitan Setelah Lahir, Amankah Sunat Bayi Seperti Ini?

Langsung Khitan Setelah Lahir, Amankah Sunat Bayi Seperti Ini?

 

Sunat bayi merupakan prosedur umum yang banyak dipilih orang tua untuk buah hati mereka. Seperti diketahui, sunat merupakan hal yang wajib bagi laki-laki dalam kepercayaan atau adat/budaya tertentu.

Oleh karena itu, berbagai pertanyaan seputar sunat kerap diajukan orang tua. Khususnya ketika bayi baru lahir, biasanya mereka mulai memikirkan kapan waktu yang tepat untuk melakukan prosedur sunat untuk si kecil kesayangan.

Lantas, apakah melakukan sunat bayi aman dilakukan? Jika iya, bagaimana dengan prosedur sunat yang langsung diselenggarakan sesaat setelah bayi baru lahir? Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda. Yuk, simak!

sunat bayi
Sumber : Envanto

Usia Terbaik untuk Sunat

Sejatinya, prosedur sunat dapat dilakukan kapan saja. Artinya, baik bayi, anak-anak, remaja, maupun orang dewasa bisa menjalani prosedur ini dengan aman—asalkan ditangani oleh tenaga medis profesional.

Namun, tentu saja berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter lebih dianjurkan. Langkah ini penting untuk menemukan metode apa dan hal-hal apa saja terkait sunat yang harus diketahui sebelum melakukannya.

Adapun terkait pertanyaan seputar sunat, salah satu yang paling umum dan cukup sering ditanyakan adalah, “Kapan usia terbaik untuk sunat?”. Sebab, meski sunat bisa dilakukan di hampir segala usia, nyatanya tetap ada waktu terbaik untuk hasil dan pemulihan yang lebih optimal.

Nah, tahukah Anda? Menurut penelitian, ternyata waktu terbaik melakukan sunat yaitu saat masih bayi. Tepatnya di bawah usia satu tahun. Pasalnya, bayi pada usia ini memiliki peluang yang lebih besar untuk terhindar dari risiko komplikasi akibat anestesi.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah studi uji klinis di rumah sakit afiliasi Erzincan University of Medical Sciences, Turki, pada tahun 2014. Dalam penelitian tersebut, sunat dibagi atas tiga kategori usia, yaitu grup usia di bawah 1 tahun, grup usia 1-7 tahun, dan grup usia di atas 7 tahun.

Hasil dari penelitian tersebut dipaparkan dalam tulisan berjudul “At What Age Range Should Children Be Circumcised?”, yang dimuat dalam Iranian Red Crescent Medical Journal (IRCMJ). Di situ dijelaskan bahwa sunat pada grup usia di bawah satu tahun (sunat bayi) terbukti lebih baik dibandingkan dengan dua grup usia lainnya.

Keunggulan Sunat saat Masih Bayi

sunat anak
Sumber : Envanto

Melakukan sunat saat masih bayi memiliki cukup banyak keunggulan dan manfaat jangka panjang dari segi kesehatan. Berikut beberapa di antaranya:

  • Risiko trauma psikologis lebih rendah.
  • Dapat mengurangi risiko ISK sejak dini.
  • Dapat menurunkan risiko kanker penis sejak dini.
  • Dapat mengurangi berbagai gangguan pada penis sejak dini.
  • Proses penyembuhan yang lebih cepat karena bayi memiliki sistem regenerasi jaringan kulit yang lebih aktif.
  • Praktis untuk orang tua. Pasalnya, bayi belum memiliki aktivitas yang banyak seperti anak usia sekolah atau orang dewasa yang bekerja.

Langsung Sunat setelah Bayi Lahir, Apakah Aman?

Menilik jurnal yang disebutkan sebelumnya, sunat bayi tergolong aman. Bahkan prosedur ini bisa dilakukan setelah 48 jam bayi dilahirkan ke dunia. Namun, pertanyaannya, bagaimana dengan sunat yang dilakukan langsung setelah bayi lahir?

Untuk hal ini, American Academy of Pediatrics (AAP) tidak menganjurkan sunat langsung dilakukan segera setelah bayi lahir. Pasalnya, pemeriksaan secara umum juga tak kalah penting untuk diprioritaskan. Hal ini guna mencegah timbulnya berbagai risiko bahaya yang tidak diinginkan.

Jadi, meskipun keputusan sunat tetap berada pada orang tua, tetapi sebaiknya harus berdasarkan informasi medis yang tepat dan akurat agar hasilnya pun lebih optimal.

Nah, bagi Anda yang tertarik melakukan prosedur sunat untuk jagoan kesayangan saat masih bayi, Anda tidak perlu khawatir. Kini ada klinik sunat berkualitas yang dijamin aman untuk bayi, yaitu Circum by Mutiara Cikutra.

Ini adalah klinik sunat yang kualitasnya sudah pasti terjamin karena telah terdaftar resmi dan memiliki izin dari Kementerian Kesehatan. Di sini, tersedia berbagai layanan sunat, termasuk salah satunya sunat bayi yang prosesnya cepat, aman, serta minim rasa sakit.

Circum by Mutiara Cikutra menawarkan tiga metode sunat unggulan yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan, yaitu Super Sealer (Lem), Smart Klamp, dan Special Method.

Tunggu apa lagi? Yuk, jadwalkan sunat jagoan kesayangan Anda di Circum by Mutiara Cikutra!

 

Referensi:

https://circum.id/

Si Kecil Tak Lagi GTM Setelah Jalani Prosedur Sunat Anak? Begini Penjelasannya

Si Kecil Tak Lagi GTM Setelah Jalani Prosedur Sunat Anak? Begini Penjelasannya

Si Kecil Tak Lagi GTM Setelah Jalani Prosedur Sunat Anak? Begini Penjelasannya

Setelah si kecil menjalani prosedur sunat anak, biasanya sebagian orang tua akan menyadari adanya perubahan perilaku makan pada buah hati mereka. Mungkin yang awalnya kehilangan nafsu makan, kini secara mengejutkan tampak kembali lahap seperti sedia kala.

Fenomena ini tak dimungkiri sering memunculkan pertanyaan, benarkah sunat ada hubungannya dengan kembalinya nafsu makan anak? Terlebih lagi, sebelumnya, orang tua sangat kesulitan membujuk si kecil agar sekadar mau makan meski hanya sedikit.

Nah, jika benar prosedur sunat anak berpengaruh pada nafsu makan, apakah itu artinya sunat memang ada hubungannya dengan GTM? Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda. Yuk, simak untuk memahaminya lebih dalam!

sunat bayi
Sumber : Envanto

 

Mengenal GTM pada Anak

GTM adalah singkatan dari “gerakan tutup mulut”. Ini adalah hal yang anak lakukan ketika menolak makan. Namun, sebenarnya, GTM sendiri tidak termasuk sebagai kondisi medis, melainkan hanya sekadar istilah populer yang umum digunakan.

Biasanya, istilah ini banyak digunakan di kalangan orang tua atau dalam konsep parenting untuk menggambarkan penurunan nafsu makan yang signifikan pada anak. Terlebih lagi, mereka mulai memasuki masa peralihan ke usia balita atau sedang belajar makan makanan padat (MPASI).

Umumnya, anak yang mengalami GTM akan kehilangan nafsu makan dan menutup mulut rapat-rapat ketika disuapi. Bahkan ada kalanya mereka juga akan marah saat waktu makan tiba karena disuruh makan oleh orang tua.

Meski termasuk kondisi umum yang anak alami di masa-masa tertentu, nyatanya GTM tetap bisa menimbulkan kekhawatiran jika telah berlangsung cukup lama. Belum lagi, kondisi itu disertai dengan gejala lain, seperti anak mulai kurus atau bahkan jatuh sakit karena kurang makan.

Jika sudah demikian, maka saatnya Anda mencari tahu penyebab dan solusi GTM pada anak. Hal ini penting guna memastikan bahwa GTM tidak akan sampai memengaruhi pertumbuhan serta perkembangan mereka ke depannya.

Penyebab Anak GTM

Anak yang sedang mengalami GTM biasanya menunjukkan sikap yang beragam. Mereka sering kali  mengatupkan mulut dengan rapat saat disuapi dan marah ketika waktu makan tiba. Tak hanya itu, mereka juga secara aneh akan menolak makanan yang sebelumnya sangat mereka sukai.

Kondisi ini sebenarnya bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya, yaitu:

  • Merasa sakit.
  • Merasa Kelelahan.
  • Terjadi perubahan mood.
  • Porsi makanan terlalu banyak.
  • Trauma pada makanan tertentu.
  • Bosan dengan menu makanan atau tidak sesuai selera.
  • Gigi geraham sedang tumbuh sehingga gusi bengkak dan jadi sensitif.
  • Anak takut mencoba makanan baru, apalagi saat masa peralihan usia tertentu.
  • Trauma pada perlakuan orang tua, misalnya sering dimarahi atau terkesan diperintah dan dipaksa untuk makan.

Meski aksi GTM pada anak biasanya bersifat sementara, tak dimungkiri bahwa dalam beberapa kasus, hal ini bisa berlangsung cukup lama.

Oleh karena itu, Anda harus segera mengetahui penyebab GTM dan menanganinya dengan tepat. Terlebih lagi, GTM tersebut ternyata terjadi karena ada kondisi fisik tertentu seperti fimosis atau sejenisnya.

Benarkah Sunat Anak Bisa Atasi GTM?

Meskipun sekilas tidak ada hubungannya, nyatanya beberapa orang tua merasa bahwa anak mereka mulai kembali lahap makan setelah disunat. Lantas, apakah itu artinya prosedur sunat anak benar-benar berpengaruh pada GTM, bahkan menjadi solusi untuk mengatasinya?

Dari pembahasan di atas, penyebab GTM adalah anak sedang sakit atau mengalami kondisi tertentu. Salah satu contohnya yaitu fimosis. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan membuat anak kesulitan buang air kecil.

Hal tersebut tentu saja dapat memengaruhi mood anak, bahkan dapat memicu turunnya nafsu makan mereka. Khusus untuk kasus ini, dokter biasanya akan merekomendasikan prosedur sunat anak sebagai solusi atasi GTM.

Jadi, secara tidak langsung, kondisi kesehatan tertentu memang dapat berujung pada aksi GTM dan bisa diatasi dengan sunat.

Nah, bagi Anda yang mencari rekomendasi klinik sunat berkualitas yang berizin resmi Kementerian Kesehatan, Anda bisa mempertimbangkan Circum by Mutiara Cikutra. Di sini, tersedia berbagai layanan sunat, termasuk sunat anak yang prosesnya cepat, aman, dan nyaman.

Yuk, jadwalkan kunjungan Anda bersama jagoan kesayangan sekarang juga!

 

Referensi:

https://circum.id/

https://mutiaracikutra.com/konsultasi-gtm-dokter-anak/