Sejarah Tradisi Khitan

Sejarah Tradisi Khitan

Ditinjau oleh: Khanza Prascintya : 30 Oktober 2023

Circum.id, Bandung – Sejarah panjang khitan bermula dari zaman nabi Ibrahim Alaihi Salam. Saat nabi Ibrahim menyatakan keimanannya kepada Allah SWT, telah berusia 80 tahun saat perintah khitan turun. Ia pun melaksanakannya sebagai lambang ketaatannya pada Allah. Selanjutnya peristiwa inilah yang menjadi dasar bagi beberapa agama termasuk Islam dan Yahudi dalam memerintahkan umatnya melakukan khitan. Namun dalam keyakinan nasrani tepatnya di Injil Barnabas menerangkan Nabi Adam merupakan orang pertama yang menjalani khitan. Ia melakukan khitan sebagai bukti taubat atas dosanya dan bukti ketaatan tidak memaham buah khuldi lagi. Sejarah tradisi khitan pun sebelum masa kedatangan para nabi juga ada atas dasar tradisi. Yuk kita bahas satu-satu!

Sejarah Tradisi Khitan Dalam Islam

Nabi Muhammad SAW adalah panutan bagi orang muslim. Setiap ucapan, tingkah laku, pemikiran hingga amalannya adalah bagian dari islam itu sendiri. Dalam konteks khitan Rasulullah mencontohkan dengan melakukan khitan pada anak dan cucunya. Khitan sendiri merupakan bagian dari adab menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.

Rasulullah menjalani khitan di usia mudanya, ia pun memerintahkan kepada seluruh pengikutnya untuk melakukan hal yang sama. Khitan bersifat wajib bagi kaum pria. Meski hukumnya sunnah untuk perempuan namun akan lebih baik jika ia menjalaninya juga. sejak saat itu setiap muslim khususnya di indonesia mewajibkan khitan atau sunat bagi laki-laki dan perempuan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.

Di abad ke 7 praktik khitan semakin meluas ke seluruh penjuru dunia di masa kekhalifahan. Sejarah tradisi khitan di era ini berkaitan dengan pelaksanaan yang terstruktur sebagai bagian dari identitas diri sebagai muslim. Perkembangan ini terus berlanjut hingga abad ke 13 di era Bani Umayyah dan Abbasiyah. Di masa ini praktik khitan mulai tertulis dalam bentuk kitab. Kitab tersebut memuat prosedur yang aman dan etika dalam melakukan khitan.

Sejarah tradisi khitan modern berasal dari zaman kekhalifahan utsmaniyah di abad ke 14. Pemerintahan bani utsmaniyah telah menjadi pusat perkembangan khitan di seluruh dunia. Saat itu pemerintah tidak hanya menyelenggarakan khitan sesuai ajaran agama islam tapi juga melibatkan ahli kesehatan. Khitan tidak hanya menjadi praktik keagamaan tapi juga menjadi identitas sosial muslim.

Sejarah Tradisi Khitan Di Indonesia

Praktik khitan mulai masuk di Indonesia setelah agama islam tersebar di seluruh negeri. Awalnya pedagang dari Arab dan Gujarat yang mengenalkan praktik khitan kepada masyarakat. lambat laun seiring penyebaran islam hingga ke seluruh negeri, praktik khitan jadi hal umum di Indonesia. Sejarah Tradisi khitan di Indonesia mengintegrasikan dengan budaya lokal. Para tokoh Wali Songo mendorong islamisasi di nusantara dengan cara yang halus. Masyarakat yang mayoritas masih menganut kepercayaan nenek moyang saat islam datang. Nah pelan-pelan tradisi yang melanggar tauhid kemudian berganti dengan tradisi yang lebih islami. Begitupun dengan praktik khitan.

Kita mungkin sering mendapati tradisi yang berbeda-beda dalam penyelenggaraan khitan. Di suku Bugis Makassar misalnya, penyelenggaraan praktik khitan sangat ramai. Masyarakat Bugis Makassar akan mendandani anak-anak mereka dengan pakaian adat sebelum melakukan khitan. Tersedia juga berbagai jenis makanan khas seperti sokko (nasi ketan), beppa ogi (kue bugis) dan seorang dukun. Berbeda lagi dengan proses khitan di suhu mandar. Anak gadis akan mereka gotong dengan kuda dan ragam tarian.

Sejarah Tradisi Khitan Era Modern

Perkembangan pengetahuan terjadi begitu pesat. Apalagi saat ini keberadaan teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat modern semakin memudahkan akses informasi. Hal ini juga berpengaruh terhadap perkembangan sejarah tradisi khitan di era modern. Modernisasi memiliki kiblat pada kehidupan masyarakat barat. Ternyata para ilmuwan mencoba melihat bertadisi khitan orang timur sebagai hal yang tidak biasa. Lalu berbagai penelitian pun mereka lakukan.

Hasil yang mengejutkan mereka dapatkan terkait praktik khitan. Masalah penyakit kelamin pada negara timur jauh lebih sedikit daripada negara barat. Salah satu indikatornya adalah pria muslim melakukan khitan atau sunat. Proses pemotongan kulum penis ini mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan reproduksi pria.

Manfaat dari praktik khitan bagi pria antara lain

  1. Bentuk penis yang lebih estetik. Karena khulum yang berlebihan mengalami pemotong, kepala penis jadi tersingkap. Sehingga proses pertumbuhan penis lebih cepat.
  2. Higienitas penis lebih terjaga. Salah satu dampak dari perkembangan sejarah tradisi khitan di era modern adalah prioritas pada kesehatan. Masyarakat modern memiliki kesadaran tinggi mengenai kesehatan alat reproduksi mereka. Ujung penis yang kita sebut kulum sebelum mengenal sirkumsisi menjadi sarang bakeri. Setelah sirkumsisi maka bagian kulit yang longgar terbuang. Sehingga tidak ada tempat bagi bakteri untuk tumbuh. Kondisi ini menjaga penis jauh dari masalah kulit seperti iritasi, gatal atau ruam

Kabar baiknya saat ini Klinik Sunat Circum by Mutiaracikutra telah hadir untuk menciptakan sejara tradisi khitan yang lebih nyaman minim rasa sakit. Mereka tidak hanya melibatkan tenaga medis professional tapi juga alat berteknologi tinggi. Yuk kepoin Klinik Sunat Circum by Mutiaracikutra di circum.id . Jika anda berada di daerah bekasi kami juga ada pelayanan rumah khitan bekasi.   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *